19
Agu
09

Helm “SNI”


helmPasar sepeda motor di indonesia yang berkembang pesat ikut memacu berkembangnya industri piranti aksesori. Salah satu kelengkapan yang cukup tinggi pertumbuhannya adalah pelindung kepala atau helm. Pada awalnya fungsi helm cuma menjadi pelindung kepala dari benturan akibat kecelakaan. bahkan sebagian pengendara/bikers hanya memakainya agar tidak ditilang Polantas. Aturan helm yang makin diperketat dengan standar yang dibakukan membuat produsen helm meningkatkan kualitas produknya. Dan kini helm tak lagi bukan sekedar pelindung kepala, tapi sudah menjadi mode tersendiri bagi bikers yang kepingin bergaya sebagai bentuk aktualisasi diri melalui cara berpenampilan.

Pabrikan helm nasional terkemuka mulai mendesain beragam corak dan model helm yang menunjang tampilan motor dan pengendaranya. Corak keren dan trendy mulai dari kartun, superhero, carbon look hingga batik. Dari warna yang solid, hingga warna-warna yang dapat berubah atau bahkan menyala di kegelapan. Modelnya pun beragam, ada full face, three-quarter open face (populer sebagai 3/4), maupun modular (helm yang dapat menjadi full face maupun half face sekaligus).

Salah satu trend helm yang saat ini sedang berkembang adalah trend Double Visor, yaitu helm yang memiliki dua lapis kaca berbeda yang dapat digunakan baik di siang maupun malam. Jika siang hari bisa menggunakan kaca gelap sehingga tidak silau, sedangkan di malam hari menggunakan kaca bening sehingga pandangan pengendara lebih jelas. Trend ini diperkenalkan pertama kali di helm produksi lokal PT Tara Kusuma Indah (TKI), produsen helm terkemuka KYT, INK dan MDS. Sebagai trendsetter helm di tanah air, Henry Tedjakusuma, Direktur Marketing PT.TKI menegaskan pihaknya tengah mempopulerkan trend baru ini. KYT, INK dan MDS menerapkan sistem ini disemua tipe. Yaitu MDS Bravo, KYT 2 Vision dan Runner 2, INK CDR 600 dan Enzo. Ada juga BELL M10 dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp200 ribu hingga Rp 1,8 juta. Type yang terakhir yaitu Enzo merupakan type open face pertama kali di Indonesia yang memakai teknologi Double Visor.

Selain Double Visor, PT TKI memperkirakan perkembangan helm modular atau flip up juga mulai menjadi trend ke depan. Maka INK yang difokuskan untuk helm modular merilis varian VECTOR 2 dan BELL M10 untuk produk lisensi luar, disamping produk yang sudah ada yaitu TOP GUN dan SENZA (yang juga mempunyai fitur double visor). Sementara untuk segmen medium low, dirilis pula helm varian MDS Cowboy. Untuk produk modular, MDS meningkatkan kualitas teknologi aerodinamis kecepatan tinggi yang terletak pada ketahanan chin guard (bagian dagu) untuk memproteksi pengguna. Produk-produk helmnya telah berstandar nasional dan internasional.

Reputasi INK, KYT dan MDS sebagai helm dengan kualitas terbaik yang tidak kalah dengan produk international di Eropa dan Amerika membuatnya menjadi market leader di industri helm nasional. Kualitas Helm KYT dan INK juga membuatnya dipercaya dan dipakai oleh para pembalap top tanah air mulai dari kelas underbone, motorcross hingga supersport, seperti Rafid Topan, Hokky Krisdianto, Harlan Fadillah, M.Fadli, Sudarmono, Denny Orlando dan Farhan Hendro. “Kalau beli helm import harganya selangit dan susah partnya kalo rusak, mendingan pakai helm nasional tapi standar kualitas yang diakui internasional. Selain itu lebih banyak pilihan modelnya dibanding helm import. Pembalap juga perlu bergaya dan trendy karena kita juga ingin berbeda, tapi safety tetap yang utama,” kata Harlan Fadillah pembalap Supersport dari tim Petronas Sprinta Yamaha Indonesia.

PT.TKI memberikan garansi ketersediaan part berbagai ukuran helm dari ukuran terkecil S hingga XXL. Ukuran XXL ini tidak bisa diberikan merek lainnya. “Perbedaan dengan helm merek lainnya, ukuran helm ini diciptakan dengan ukuran shell (batok) dan padding dengan ukuran tersendiri, bukan hasil korekan atau tambal sulam untuk menciptakan size yang lebih besar. Cocok buat konsumen dengan kepala lebih besar. Selain itu dilengkapi dengan Removable Comfort Padding dan Size Fitting dan memiliki Fabric Softskin yaitu kain ekstra lembut di kulit yang menyerap keringat untuk kenyamanan maksimum pemakai,” jelas Henry.

.

Penggunaan Helm SNI

helm.sniSaat kita bermotor dijalan umum, beragam peraturan lalu-lintas mengikat kita. Salah satunya kewajiban memakai helm bagi pengendara dan yang dibonceng. Ketika di awal dekade 80-an pihak kepolisian menerapkan aturan wajib memakai helm bagi pengendara motor, beragam reaksi bermunculan. Banyak yang menyambut baik namun banyak juga yang menolak dengan berbagai alasan. Hal yang sama terjadi di tahun 90-an di UU Lalu-Lintas Dan Angkutan Jalan No.14/1992 Pasal 61 Ayat 3 dengan kewajiban pakai helm buat pengendara dan yang dibonceng. Ada saja yang bersikap negatif terhadap aturan tersebut.
Padahal, ada atau tidak peraturan, kepala kita semestinya mendapat perlindungan terbaik. Sudah seharusnya kesadaran menggunakan helm saat bermotor datang dari pribadi bikers. Tak terhitung kasus kecelakaan roda dua yang memakan korban jiwa karena perlindungan kepala yang kurang memadai. Mahal mana kepala kita dengan harga helm berkualitas??
Lalu muncul wacana pemberlakuan penggunaan helm berlabel SNI. Kembali pro-kontra bermunculan. Bahkan perhatian pemerintah cukup serius soal helm dengan menerapkan standarisasi mutu helm yang boleh dipakai bikers dijalanan umum. Ini ditunjukkan dengan terlibatnya 3 departemen sekaligus untuk membahas regulasi hal ini. Departemen Perhubungan, Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan serta kedepannya akan melibatkan pihak Kepolisian dalam penerapannya.  Katanya sih pada 25 Maret 2009 Depperin telah menginstruksikan semua produk helm yang dilempar kepasaran harus harus berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sebetulnya bagaimana sih helm yang dapat dikategorikan SNI? Badan Standardisasi Nasional mengeluarkan ketentuan SNI 1811-2007 tentang helm pengendara kendaraan roda dua. Disesuaikan dengan Standar Internasional Rev.1/Add.21/Rev.4 dari E/ECE/324 dan E/ECE/TRANS/505 yang mengacu pada ketentuan Economic Community of Europe (EEC) dan telah diterapkani oleh lebih dari 50 negara dunia. Standar ini menetapkan spesifikasi teknis helm pelindung bagi pengguna motor. Meliputi klasifikasi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full face). Syarat mutu meliputi persyaratan umum (bahan dan konstruksi) dan kinerja.
Sebagai informasi buat bikers, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengeluarkan hasil uji mutu material dan teknis helm SNI, antara lain :

  1. Terbuat dari bahan bukan logam yang kuat, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0ºC sampai 55ºC selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet.
  2. Tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya. Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai.
  3. Konstruksi helm terdiri dari tempurung keras dengan permukaan halus, lapisan peredam benturan dan tali pengikat ke dagu. Tinggi helm sekurang-kurangnya 114 mm diukur dari puncak helm ke bidang utama. Yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bola mata. Sedangkan keliling lingkaran bagian dalam helm berkisar antara 500 mm-620 mm (sesuai ukuran S, M, L, XL). Syarat kinerja terdiri dari batok, sistem penahan, ketahanan benturan miring dari pelindung dagu. Cara uji meliputi uji penyerapan kejut, uji penetrasi, uji efektifitas sistem penahan, uji kekuatan sistem penahan dengan tali pemegang, uji untuk pergeseran tali pemegang, uji ketahanan terhadap keausan dari tali pemegang.sni3


Helm dinyatakan lulus uji apabila memenuhi semua persyaratan diatas. Implementasi dilapangan rencananya efektif pada 01 Januari 2010. Nantinya kalau masih berkeliaran bikers dengan helm batok alias tak memiliki standar keselamatan dan keamanan akan langsung ditilang Polantas. Kita tunggu saja penerapannya tahun depan. Mudah-mudahan dapat menekan resiko dan korban akibat kecelakaan motor.
Bagaimanapun juga, setiap peraturan dibuat untuk menjadikan keadaan teratur dan lebih baik. Apalagi kalau menyangkut keselamatan umum. Semoga saja aturan ini ini tidak sebatas galak dikertas tapi melempem dijalan. Kembali lagi, kesadaran kita para bikers untuk mentaati aturan demi keselamatan dan keamanan semua…

Ingat-ingat… Safety is everything ..!!

.


0 Responses to “Helm “SNI””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


bulan ini

Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  


dapatkan info yang sesuai dengan kebutuhan anda, tetapi silahkan anda untuk masuk lebih jauh lagi dalam menu menu yang kami sajikan

arsip

yang udah mampir

  • 62,942 hits

%d blogger menyukai ini: